Ciptakan Ekonomi Mandiri, Babinsa Truwai Membina Warganya Budidaya Lebah Trigona

Lombok Tengah – Babinsa Desa Truwai, Kecamatan Pujut, Serka Jumpa, membina warga desanya untuk membuka lapangan kerja baru dengan melakukan budidaya Lebah Trigona di lahan pekarangan.

Sebagaimana yang telah diketahui bersama, bahwa lebah Trigona adalah spesies primitif yang mampu menghasilkan madu meski hanya sedikit.

Namun demikian, rasa madu dari lebah trigona sangat unik dan berbeda dari madu biasa. Madu trigona memiliki kisaran nutrisi dan nilai gizi yang tinggi.

Jenis madu ini juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sistem pengobatan modern.

Agar lebah trigona bisa memproduksi madu dengan optimal, Babinsa tersebut juga menyarankan warga binaannya untuk menanam sayur dan bunga sebagai makanan lebah. Sehingga menyerupai ekosistem seperti di habitat aslinya.

Hal itu ia sampaikan untuk menciptakan peluang usaha sampingan bagi warga desa binaan, selain berternak dan bertani padi dan sayur.

Seperti yang dikatakannya saat melakukan Komsos di Dusun Sewar, Senin (30/5/2022). Babinsa Serka Jumpa menggaungkan bahwa budidaya madu trigona bisa menjadi peluang usaha untuk menciptakan kemandirian ekonomi warga.

Dirinya bahkan sangat mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya, pengembangan budidaya lebah madu trigona bisa menjadi alternatif tambahan penghasilan ekonomi keluarga.

“Saya sangat mendukung budidaya madu yang sangat luar bisa ini. Usaha ini sangat menjanjikan dan dapat dibuktikan sebagai alternatif tambahan penghasilan,” Kata Dia.

Budidaya madu trigona di Desa Truwai ini rencananya akan disosialisasikan kepada masyarakat petani lainnya di Kecamatan Pujut.

Ia bahkan berharap Desa Truwai bisa menjadi pelopor pengembangan usaha madu trigona, dan menjadi contoh budidaya di lahan pekarangan.

“Saya berharap desa ini bahkan jadi ketua Gabungan Kelompok Tani Hutan (GapoktanHut) madu trigona, dan menjadi tauladan bagi masyarakat dalam hal pengelolaan lahan pekarangannya,” Ucap Dia.

Disisi lain, pihak Koramil 1620-02/Pujut sendiri akan terus memantau dan mendampingi pengembangan usaha warga binaannya. Terlebih jika Desa Truwai mau membuat lebih banyak stup di lahan yang lebih luas.

“Karena dengan seperti itu tentunya desa tersebut akan lebih konkrit dalam sosialisasi demonstrasi percontohan,” Ujar Kapten Inf. Afifudin Nur (Danramil 1620-02/Pujut) di Markasnya.