Lombok Tengah – Menjaga Ketahanan Pangan dan Kelestarian Ekologi di masa pandemi, Banyak upaya dilakukan Koramil 1620-08/Praya Timur sebagai langkah mengantisipasinya. Babinsa bersama masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani (Poktan) Patuh Angen mulai melakukan penghematan dan menanam bahan pangan lokal Rabu, (10/2/21).
Pangan merupakan penjamin kehidupan, sedangkan lingkungan merupakan penjamin keberlanjutan pembangunan. Penyelamatan ketahanan pangan dan jaminan keberlanjutan lingkungan (ekologis) merupakan dua hal yang harus dihadirkan bersama. Dalam kondisi pandemi Covid-19, tantangan semakin berat untuk menghadirkan keduanya sekaligus.
Menyikapi hal tersebut, Babinsa Desa Sukaraja serda M.Makmun Koramil 1620-08/Praya Timur melaksanakan pendampingan bersama petani yang tergabung dalam kelompok tani (Poktan) Patuh Angen untuk memanfaatkan musim penghujan dengan menanam padi di lahan sawah seluas 90 are milik Bapak Safi’in di Dusun Rajek Desa Sukaraja Kec Praya Timur, dengan cara sistem ramah lingkungan yaitu dengan memperhatikan serta menjaga kelestarian lingkungan.
“Pendampingan ini kami lakukkan agar langkah-langkah kongkrit dalam rangka menguatkan daya dukung lingkungan dalam aspek pangan, baik itu di bidang pertanian maupun yang lainnya,” terang Makmun sembari ikut menanam padi bersama petani.
Terpisah Komandan Koramil 1620-08/Praya Timur Kapten Inf Lalu Mas’ud menjelaskan pangan merupakan kebutuhan mendesak dan prioritas, namun keberlanjutan lingkungan tentu harus diperhatikan dengan menjaga serta merawatnya.
“Pangan dan lingkungan mestinya tidak saling dibenturkan. Keduanya justru harus saling mendukung dan bersama-sama menjamin keberlangsungan hidup manusia,” jelas Danramil saat di konfirmasi di ruang kerjanya.
Menurut nya, lingkungan yang menjadi media utama penghasil pangan daya dukungnya terbatas. Keterbatasan tersebut terjadi baik secara kuantitas maupun kualitas. kebutuhan manusia akan pangan semakin meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan gaya hidup manusia apalagi di tengah masa pandemi saat ini.
“Kunci pentingnya adalah melakukan efisiensi pemanfaatan dan meminimalisasi kerusakan lingkungan akibat pemakaian lahan,” tutupnya.